I WANNA BE DESIGNER

Rabu, 19 November 2014


Cara Menjadi Fashion Designer

Anda suka sekali melakukan mix n match kepada penampilan Anda. Menonton acara-acara fashion show secara langsung maupun di TV menjadi hobi Anda. Ketika membuka majalah atau website, bukan wajah tampan dan cantik para selebriti di kamera yang menjadi perhatian Anda, tapi apa yang mereka kenakan. Terakhir, Anda menganggap desainer handal adalah seorang selebriti dan role model. Maka, mungkin menjadi fashion designer merupakan karier yang cocok bagi Anda. Masuk ke sekolah mode bukan satu-satunya jalan. Ada banyak cara yang harus Anda tempuh. Apa saja?

Choosing A Strategy
Siapa bilang menempuh karier sebagai fashion designer tidak membutuhkan strategi? Pertama-tama, Apa yang akan Anda pilih sebagai fokus rancangan Anda? Ralph Lauren mendirikan Polo setelah mengirimkan koleksi dasi kecil temuannya ke Bloomingdales. Helmut Lang membuka tokonya sendiri ketika ia tidak bisa menemukan t-shirt yang ia sukai. Michael Kors memperkuat jaringan pembeli dengan menjual pakaiannya di butik-butik trendy di New York. Anda yang belum memiliki cukup modal untuk mendirikan butik atau fashion line Anda sendiri, masuk ke sekolah mode ternama bisa menjadi pilihan terbaik bagi Anda. Sekolah fashion yang tepat akan membuat Anda mengerti teknik terbaik dan memberikan resume yang baik bagi Anda.

Applying To A School
Pilih sekolah fashion terbaik melalui beberapa tahap research. Tanya orang-orang terdekat dan cari informasi sebanyak-banyaknya seputar sekolah fashion terbaik di kota Anda. Mengumpulkan gambar rancangan biasanya menjadi salah satu syarat, untuk itu siapkan portfolio gambar terbaik Anda untuk membuat pihak sekolah terkesan. Di masa liburan sekolah, sebaiknya habiskan waktu Anda untuk kursus menjahit sehingga Anda tidak akan mengalami kesulitan selama proses belajar. Bila Anda tidak bisa menggambar dengan baik, Anda bisa mengekspresikan ide Anda dengan manekin yang kemudian Anda foto untuk portfolio.

What School Will Do For You
Sebagian besar program fashion berlangsung dalam kurun waktu 3 – 4 tahun. Selama waktu itu Anda akan belajar menggambar, mengenali komposisi warna dan bentuk. Anda juga akan mempelajari pembuatan pola, teknik melipad dan memotong khusus. Yang terpenting adalah, sekolah mode ternama memiliki hubungan dekat dengan industry fashion yang sesungguhnya, sehingga tidak sulit untuk melangkah ke dalamnya. Bila Anda bisa mendapatkan penghargaan khusus dari sekolah, banyak desainer ternama dan department store besar yang akan melirik Anda untuk bekerja di rumah modenya .

Alternative Routes
Dalam dunia kreatif, sekolah mode bukan keharusan. Jalan terbaik adalah justru dengan melamar ke rumah mode, usaha pembuatan baju atau pembuat pola dan magang disana. Anda tidak hanya akan belajar langsung mengenai industri fashion yang sesungguhnya, tapi juga mempraktekkan ilmu yang Anda punya. Hedi Slimane yang bersinar di rumah mode Dior justru mengantongi gelar jurnalisme dan terjun ke dunia fashion design setelah bekerja di rumah mode Jos Levy. Yang Anda harus ingat, kompetisi merupakan sesuatu yang jahat. Sulit untuk mendapatkan pekerjaan tanpa gelar khusus. Tapi dengan portfolio yang menarik, Anda pasti bisa masuk ke dalamnya.

Understanding The Business
Ketika Anda tercebur ke dalam sebuah industri, Anda tidak bisa menutup mata pada sektor bisnis. Anda akan menjual rancangan Anda, untuk itu Anda harus benar-benar mengerti seluk beluk dunia bisnis. Tidak terlalu sulit kok. Anda hanya harus rajin membaca majalah dan website fashion ternama baik luar maupun lokal, perbanyak sumber informasi Anda. Tonton acara-acara fashion design reality show seperti Project Runway ataupun The Runway. Anda juga harus mulai belajar hidup teratur dan setidaknya mengerti dasar-dasar ilmu ekonomi, setidaknya pada awal-awal karier Anda dimana Anda harus memulai segala sesuatunya dari bawah. Bagi Anda yang memilih untuk masuk ke sekolah mode, ilmu bisnis biasanya sudah termasuk ke dalam kurikulum mereka.

http://lowongankarirdankerja.blogspot.com/2012/11/cara-menjadi-fashion-designer.html








Langkah Dasar Untuk Menjadi Perancang Fashion
Menjadi perancang fashion / busana adalah sebuah perjalanan kreatif dalam mengungkap kesukaan dan ketidaksukaan seseorang. Gaya dan mode datang dan pergi dan kemudian datang berulang kembali.
Hal ini juga berlaku bagi industri desain fashion, ya memang begitu!. Industri desain fashion ini sering dipengaruhi oleh industri hiburan  (televisi, film, musik, dll). Misalnya, “That 70′s Show” yang memberikan fashion hippie suatu “new comeback chic”. Hal ini berlaku juga bagi film lain. 
Sebuah contoh yang sangat baik adalah “Pirates of the Caribbean” yang membawa secara dominan masuknya  desain tengkorak dan tulang silang. Simbol khas bajak  laut tersebut, lebih terkait dengan gaya gothic atau punk, menjadi acuan utama setelah debut film tersebut.

Pengaruh budaya pop ini mengilhami desainer pasar massal. Namun, para perancang fashion couture berusaha untuk menjadi sumber inspirasi dan bukan sebagai peniru. Perbedaan antara keduanya dapat ditemukan di pelatihan antara merchandiser dan desainer. Banyak calon perancang fashion memilih untuk masuk ke perdagangan fashion. 
Namun, kedua bidang membutuhkan kurikulum yang sedikit berbeda. Yang satu akan fokus pada penjualan, pemasaran, dan bisnis sedangkan yang lainnya – yaitu perancang fashion – akan fokus pada kreativitas dan imajinasi dalam membawa ide-ide dan konsep hidup.
Setelah sekolah menengah, siswa dapat memilih program persiapan kuliah untuk mengarahkan trek pendidikan mereka menuju ke kemungkinan karir mereka sendiri. Untuk mahasiswa yang ingin mengambil jalur menjadi seorang desainer jenis apa saja, maka kelas seni sangat penting untuk membangun pengetahuan dasar dan konsep inti yang akan mereka gunakan.
Program sekolah tinggi harus dipilih untuk membantu dalam membangun portofolio profesional untuk dapat ditunjukkan pada calon perguruan tinggi desain yang akan diikuti. Dengan memulai perencanaan pendidikan mereka sejak sangat awal, memungkinkan bagi siswa untuk membuat sebagian besar tahun-tahun sekolah mereka dengan berfokus pada kegiatan ekstrakurikuler yang akan menambah bumbu untuk aplikasi kuliah mereka. 
Sebagai contoh, perancang fashion potensial dapat mengambil kelas tidak hanya dalam seni tetapi juga kelas keahlian matematika dan komputer, kelas multimedia, dan kegiatan drama yang akan memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi aspek yang berbeda dari dunia fashion. Beberapa sekolah tinggi bahkan menawarkan kelas dalam bidang kepemilikan usaha kecil atau keterampilan kewirausahaan.

Bagi mahasiswa yang berakhir di tingkat perguruan tinggi dan ingin mendobrak masuk ke industri perancang fashion, tidak pernah ada kata terlambat. Program pelajaran menggambar, melukis, menggambar kehidupan, silkscreen, teori warna, sejarah fashion dan seni adalah merupakan beberapa persyaratan awal untuk setiap mahasiswa desain fashion.
Siswa kelas lanjut perancang fashion akan melanjutkan dengan “pattern making”, dasar-dasar menjahit, teknik menjahit lanjutan, dan perancangan digital.
Hal ini penting bagi siswa perancang fashion untuk memiliki akses ke jenis kurikulum dasar ini di perguruan tinggi dalam rangka untuk mempersiapkan ujian sejati kemampuan mereka: yaitu kegiatan magang. Setelah siswa selesai mengambil kursus dasar dan lanjutan, sekarang saatnya bagi mereka untuk mengkhususkan diri dalam beberapa aspek industri fashion. 
Ketika orang berpikir tentang fashion, mereka berpikir tentang pertunjukan landasan pacu dan koleksi couture. Ada beberapa pusat fashion di seluruh dunia, tetapi kebanyakan orang cenderung menganggap New York City sebagai pusat dari semua perancang fashion. 
Jika mahasiswa tidak memilih perguruan tinggi dekat dengan pusat desain fashion, dimungkinkan bagi mereka untuk memilih magang yang terletak di daerah itu. Beberapa lokasi magang lainnya mungkin Washington, DC, Los Angeles, Miami, Atlanta, Chicago, dan wilayah metropolitan lainnya.
Sumber terbaik untuk kemungkinan magang adalah di fakultas atau perguruan tinggi dan konselor / bimbingan. Penting bagi Anda untuk melakukan pekerjaan rumah Anda dengan meneliti potensi untuk melakukan magang, tetapi, mereka pasti dapat memandu siswa merekomendasikan pada seseorang yang mungkin tidak mereka pertimbangkan sebelumnya.

Dunia fashion memiliki ceruk-nya sendiri. Setiap desainer memulainya pada suatu tempat yang beragam. Mereka tidak hanya lulus dari perguruan tinggi dan kemudian langsung memiliki rumah desain sendiri dan koleksi mereka sendiri. Mereka dibimbing oleh seseorang di dalam bisnis. 
Beberapa dari mereka otodidak dan tidak memiliki kesempatan untuk belajar di lingkungan sekolah formal tetapi belajar langsung di sekolah informal dengan belajar langsung di lapangan secara nyata. Apapun jalan dan cara yang ditempuh, jika ada keinginan untuk belajar bisnis desain fashion, maka akan selalu ada cara untuk melakukannya.
Pertimbangkan untuk bekerja di tempat yang melakukan pekerjaan permak atau menjahit pakaian untuk mendapatkan keterampilan menjahit. Pertimbangkan untuk merancang pakaian Anda sendiri. 
Pikirkan tentang fungsinya, kepraktisan, jenis tubuh, pernyataan pribadi, warna dan pilihan kain. Lakukan studi master – siapa yang saat ini sedang “in” di dunia fashion yang ingin Anda tiru?. Mengapa Anda menyukai gaya mereka?. Apa gaya Anda sendiri?.
Dengan mengambil semua faktor ini menjadi bahan pertimbangan, maka setiap siswa yang mengejar fashion akan dapat menemukan tempat mereka di dunia desain.

http://www.milchop.com/info/fashion-trends-and-styles/langkah-dasar-untuk-menjadi-perancang-fashion/




Kiat-kiat jitu menjadi desainer profesional

Dunia fashion memang tak ada matinya. Sama seperti halnya teknologi, setiap detiknya kita dapat merasakan adanya aliran denyut berdetak dari dunia fashion dan tentu banyak juga dari kita yang tak jarang menjadi korban tren fashion masa kini. Tentunya Anda tak ingin disebut pribadi yang ketinggalan jaman dengan gaya begitu membosankan dari waktu ke waktu. Oleh karenanya desainer-desainer muda akan terlahir untuk terus mengembangkan dunia fashion.  Untuk menjadi seorang perancang busana (fashion designer) yang andal bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Disamping motivasi dan kerja keras, pengetahuan mendasar tentang fashion juga menjadi hal pokok yang wajib diketahui si perancang agar rancangan yang dihasilkan dapat berkualitas dan diterima di pasaran.
Berikut adalah kiat–kiat menjadi perancang busana yang handal :
  •  Motivasi dari dalam diri dan kerja keras
Tidak hanya motivasi dan kerja keras, beberapa hal yang harus dimiliki seseorang sebagai faktor penunjang, Seperti kemampuan dan pengetahuan dasar tentang fashion.
Kemampuan dasar yang dimaksud adalah kemampuan seseorang dalam teknik menjahit dan kemampuan memotong bahan. Sedangkan pengetahuan dasar yang harus dimiliki meliputi pengetahuan tentang tekstil sebagai bahan dasar rancangan, pengetahuan penggabungan bahan dasar, serta pengetahuan tren pakaian yang sedang popular.
Kemampuan dasar tersebut akan berpengaruh terhadap rancangan yang dihasilkan, baik dari jahitan ataupun bentuk rancangan. Sedangkan pemahaman terhadap pengetahuan dasar menjadikan rancangan yang dihasilkan tidak terkesan flat dan monoton.
Tanpa pengetahuan dasar tersebut, rancangan yang dihasilkan akan sama dengan rancangan yang banyak beredar di pasaran sedangkan untuk menjadi seorang perancang busana yang andal diharuskan untuk menawarkan sesuatu yang baru.
  • Museum Tekstil Dapat Dijadikan Tempat Belajar Pengetahuan Dasar Tekstil
Untuk meningkatkan kemampuan dasar tentang fashion dapat ditempuh dengan berbagai cara, baik otodidak (belajar sendiri) atau mengikuti pendidikan formal/informal yang diselenggarakan instansi tertentu dalam bentuk sekolah, kursus atau pelatihan. Selain itu, dapat juga belajar langsung dari seseorang yang bekerja di dunia fashion.
kualitas seorang perancang busana yang ditempuh melalui pendidikan formal lewat sekolah fashion dengan yang ditempuh melalui otodidak tidak jauh berbeda. Perbedaannya terletak pada panduan dan lamanya waktu belajar. Jika di sekolah fashion kita dibimbing dengan arahan sedangkan dengan otodidak kita belajar sendiri tanpa pemandu dan pastinya dengan rentang waktu yang lebih lama.
Untuk pengaplikasian kemampuan dasar yang telah kita peroleh dapat ditempuh dengan cara magang atau praktek langsung kepada desainer-desainer yang membutuhkan seorang asisten perancang.
  • Menjadikan Sebuah Rancangan Baik, Bernilai dan Diterima di Masyarakat
Tidak hanya menjelaskan tentang teknik dan materi yang harus diketahui untuk menjadi seorang perancang busana yang andal. Lebih jauh Ia juga menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh perancang busana agar rancangannya dapat diterima di masyarakat.
  •  Mengetahui kemauan pasar atau mempelajari selera pasar yang sedang tren.
Hal tersebut dapat diperoleh dengan berbagai cara misalnya, mengikuti perkembangan tren lewat media fashion baik cetak dan elektronik atau dapat juga dengan terjun langsung ke lapangan dengan mengunjungi toko-toko yang menjual pakaian, dengan begitu kita akan tahu mode rancangan apa yang sedang marak digandrungi oleh masyarakat.
  • Pembajakan Ide dan Kreatif
Banyaknya penjiplakan hasil karya dalam rancangan-rancangan yang dihasilkan perancang busana. Walaupun tak ada aturan atau undang-undang yang pasti mengenai patenisasi rancangan.

 By febyalexander • Posted in Desainer profesional



Masa Depan Cerah dengan Merintis Jadi Desainer, Ini Caranya

Rabu, 24 April 2013 09:38 WIB

Masa Depan Cerah dengan Merintis Jadi Desainer, Ini Caranya
zawaj.com
Profesi perancang busana

TRIBUNNEWS.COM - Kegiatan fashion show atau fashion exhibition semakin banyak digelar oleh organisasi independen atau pun pusat perbelanjaan.
Event-event mode ini melahirkan banyak desainer baru yang menawarkan berbagai gaya rancangan. Banyak dari mereka yang lahir dari sekolah-sekolah mode internasional yang juga semakin banyak bermunculan di Jakarta.
Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah profesi desainer benar-benar sudah menjanjikan sekarang ini? Siapkah mereka memasuki industri mode yang sebenarnya, yang tentunya akan mampu menyerap banyak tenaga kerja?
Perancang Sapto Djojokartiko mengatakan, kemajuan pesat dalam industri mode memang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda.
Karena, ruang lingkup pekerjaan di industri mode sangat luas dan terbuka lebar bagi mereka yang ingin terlibat di dalamnya.
"Siapa saja bisa menjadi desainer atau pelaku industri, karena ketika belajar tentang fashion sebenarnya tidak harus menjadi desainer. Banyak di antara mereka (generasi muda) yang berpikir sekolah mode hanya untuk menjadi desainer, padahal tidak juga," jelasnya memaparkan kepada Kompas Female, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, meskipun sekolah mode banyak meluluskan desainer-desainer baru, akan lebih baik jika mereka memperkaya pengalaman terlebih dahulu dengan bekerja pada desainer senior sebelum mengeluarkan label busana.
Dengan demikian, mereka dapat mengasah kemampuan personal branding-nya, dan mengetahui market yang dituju sebelum meluncurkan karyanya kelak.
Menimba Ilmu Desainer Senior
"Sebaiknya memang cari pengalaman dulu dengan bekerja sama orang (desainer senior). Karena, banyak juga desainer muda yang sudah mengeluarkan label sendiri tetapi beberapa tahun kemudian menghilang begitu saja. Itu karena mereka belum kuat branding-nya," tambahnya.
Menurut Sapto, profesi sebagai desainer memang menjanjikan. Namun yang tak boleh dilupakan, pekerjaan seorang desainer tidak berhenti ketika karyanya diperagakan di atas panggung peragaan busana dan menerima tepukan tangan dari penonton. Karena, tugas desainer bukan hanya merancang, tetapi juga menguasai bisnis, manajemen, dan pasar yang dituju dengan benar.
Butuh kerja keras selama bertahun-tahun untuk menemukan pasar yang tepat, dan akhirnya menghasilkan karya yang mampu memenuhi kebutuhan pasar tersebut. (Krisma Wahyu Utami)
 
 TRIBUNNEWS.COM -








Kunci Menjadi Desainer Sukses

Apa rasanya suatu hari nanti rancangan Anda membalut tubuh Christina Aguilera saat menghadiri Grammy Awards 2007, seperti yang terjadi pada Ashley Isham, desainer asal Singapura? Atau, pernahkah Anda bermimpi memamerkan rancangan terbaru di PrĂȘt A porter Paris, tempat para buyer besar dari seluruh dunia berkumpul, seperti Tube Gallery asal Thailand? Atau, membuncah rasa bangga saat membuka halaman Vogue Italia dan menemukan penyanyi RnB, Rihana, mengenakan topi rancangan Anda, seperti yang dirasakan Bernard Chandran asal Malaysia? Ditambah lagi bisa menembus pasar Jepang dan Hong Kong seperti desainer kesayangan Indonesia, Biyan.

Di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2012 yang lalu, femina berkesempatan memperoleh  beberapa tip dari keempat desainer hebat ini.

1. Wajib Kursus & Sekolah Mode

Edukasi dasar penting untuk menjadi modal utama dalam menempuh karier sebagai fashion designer. Mengapa? Ilmu teknik merancang, menjahit, mengenal jenis material, hingga sejarah fashion yang dikenalkan secara detail selama masa pendidikan berlangsung, menjadi ilmu wajib yang harus dikuasai. Edukasi ini dapat dilakukan di dalam dan luar negeri.

2. Mengikuti Ajang Kompetisi, Peragaan Busana & Exhibition

Melalui kompetisi modelah seorang desainer dapat mengasah kemampuan dan menguji karyanya. Ajang kompetisi bisa menjadi tolok ukur dan ‘juri’ bagi diri sendiri, sehingga para desainer dapat terus mengembangkan dan memperbaiki kekurangan karyanya. Cara lain untuk menembus dunia internasional adalah melalui peragaan busana di dalam dan luar negeri. Jam terbang seorang perancang di atas runaway menjadi penanda eksistensi yang sangat nyata.

Melalui ajang-ajang inilah para desainer dapat langsung bertemu dengan media dan buyer dari dalam dan luar negeri. Selain itu, kompetisi, peragaan busana, hingga exhibition menjadi waktu yang tepat untuk mengenalkan dan ‘menjual’ rancangan masing-masing desainer pada dunia secara maksimal.

3. Pemilihan Strategi Bisnis yang Tepat

Konsep store seperti department store yang menggunakan sistem kerja sama konsinyasi bisa menjadi pilihan para desainer untuk memulai bisnisnya dengan modal yang cukup terjangkau. Pembagian keuntungan atau bagi hasil kenyataannya cukup menguntungkan para desainer untuk menjual koleksinya tanpa harus membeli atau menyewa sebuah butik yang terlalu mahal. Pemilihan area dalam berbisnis juga tak kalah penting.

4. Pemilihan Target Pasar yang Tepat

Perbedaan segmen pasar memperjelas jenis koleksi dan identitas masing-masing label. Sehingga, konsumen dapat dengan mudah mengakses koleksi yang diinginkan. Setelah sebuah brand mantap memilih target pasar yang benar, penentuan harga jual sebuah produk menjadi salah satu kunci utama. Dengan mematok harga terjangkau dan sesuai kualitas barang bagi konsumen kalangan menengah ke atas, diharapkan target penjual diyakini Tube Gallery akan membuat konsumen takut dan enggan kembali.

5. Keberanian dan Kepercayaan Diri

Tiga bulan setelah kelulusannya dari sekolah mode, Bernard memberanikan diri untuk mengadakan show tunggal pertamanya sebagai perancang profesional. Bentuk keberanian lain juga terlihat pada saat Bernard mengembangkan bisnisnya dengan membuka butik di Swanky Knightsbridge, London, yang khusus menjual rancangan couture miliknya. Jejak yang sama juga dilakukan oleh Ashley yang pada tahun 2001 membuka butik pertamanya bernama Aquaint dan label Ashley tahun 2005 di London.

Kepercayaan diri yang sangat tinggi dicerminkan secara nyata oleh kedua desainer Tube Gallery yang tidak memiliki latar belakang pendidikan fashion. Saksit yang menimba ilmu theatre directing di Middlesex University, London, dan Phisit yang mengantongi gelar Western Classical Dance, Fine and Apply Arts dari Chulalongkorn University, Thailand, mampu menjadi perancang papan atas Thailand. Mempelajari teknik merancang baju, proses produksi, penjualan, hingga mampu mengekspornya ke luar negeri dilalui Tube Gallery dengan uji coba berulang-ulang sejak tahun 2006 dan terus belajar dari kesalahan. Salut! (f)


http://www.femina.co.id/isu.wanita/topik.hangat/kunci.menjadi.desainer.sukses/005/007/71

3 komentar:

Dwi Sulistiyani mengatakan...

Punya karya desain yang keren2 tapi bingung dimana kamu bisa share di komunitas yang tepat? Bagikan saja desain kamu di fitinline.com/. Gratis!

Widiyachayara Auliawud mengatakan...

thanks ilmunya

Absarah IN mengatakan...

terkadang minder akan usia sndiri
apalagi berpendidikan bukan di dunia fashion langsung
pendidikan yg sangat bertolak blakang
namun slalu teringat bahwa blajar tdak memandang usia
lagi pula sebuah kesuksesan itu tdak trlahir dr jurusan apa
namun motivasi dan impian apa yg kamu punya
bermanfaat skali ilmu nya
thanks alot

Posting Komentar